Pernahkah Anda mendengar tentang persaingan usaha? Dalam dunia bisnis, persaingan adalah salah satu hal yang biasa dan sering sekali terjadi. Persaingan dalam dunia bisnis terjadi akibat adanya 2 atau lebih perusahaan yang menjual barang yang sama atau serupa dalam satu pasar. Misalnya saja ada 2 penjual sepatu dalam satu tempat. Maka pembeli akan mulai membandingkan mana yang lebih murah atau mana yang kualitasnya lebih bagus. Itulah yang dimaksud dengan persaingan dalam dunia bisnis.

Aturan Hukum Tentang Persaingan Usaha

Ada banyak aturan hukum yang mengikat tentang persaingan usaha ini. Salah satunya adalah dari komisi pengawas persaingan atau KPPU. Sebut saja undang-undang no 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Undang-undang ini muncul dari hasil musyawarah DPR bersama dengan pemerintah pada saat itu.

Pemerintah menyukai gagasan nama UU tentang kompetisi usaha yang sehat dibandingkan dengan larangan praktek monopoli. Menurut pemerintah, nama kompetisi bisnis yang sehat akan membuat suasana usaha yang ada di Indonesia menjadi kondusif untuk semua pihak.

Sedangkan DPR mengusung nama UU antimonopoli dengan alasan untuk menghimbau semua lapisan masyarakat agar bisa mengatasi ketidakadilan ekonomi yang muncul dari golongan perusahaan besar pada masa orde baru. Akhirnya, kedua nama tersebut digabungkan dan kini menjadi salah satu dasar hukum bagi para pelaku persaingan usaha.

Undang-undang ini memberikan artian yang berbeda untuk satu kata yang hampir serupa, yakni monopoli dan praktek monopoli. Menurut UU, yang dimaksud dengan monopoli adalah kata yang memiliki makna netral terhadap penguasaan pemasaran dan produksi dari suatu perusahaan. Sedangkan praktek monopoli memiliki arti kegiatan monopoli perdagangan yang seharusnya dilarang.

Peluang-dan-Kendala-Bisnis-Properti-di-Indonesia

Persaingan Usaha yang Sehat dan Tidak Sehat

Membahas tentang kompetisi bisnis, sudah pasti Anda mengenal ada dua jenis kompetisi bisnis. Yang pertama adalah kompetisi bisnis secara sehat dan kompetisi bisnis secara tidak sehat. Kompetisi bisnis yang sehat adalah kompetisi bisnis dengan cara yang fair, misalnya saja bertanding secara langsung dihadapan konsumen.

Menunjukkan kualitas barang di depan pesaing juga bisa dikategorikan sebagai persaingan yang sehat. Persaingan yang sehat adalah bersaing dengan kualitas dan kuantitas usaha. Sudah pasti bahwa persaingan yang sehat adalah persaingan yang diinginkan oleh pemerintah dan dianggap ideal. Namun tidak semua perusahaan di industri mau bersaing secara sehat,

Ada banyak faktor yang bisa membuat sebuah perusahaan tidak nyaman melakukan persaingan secara sehat. Yang pertama adalah faktor kepercayaan terhadap produk. Bisa saja perusahaan ini masih belum percaya sepenuhnya kepada kualitas produknya. Mereka khawatir produknya tidak bisa bersaing dengan produk serupa dengan harga yang berbeda.

Faktor yang lainnya adalah ingin cepat sukses. Ada beberapa tahapan dalam perkembangan bisnis. Mungkin saja perusahaan tersebut sedang terlilit oleh hutang, atau faktor lainnya sehingga mengharuskan mereka untuk menjual produk sebanyak mungkin. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan laba sebanyak mungkin.

ilustrasi-persaingan-usaha1486357329

Lawan dari persaingan yang sehat adalah persaingan yang tidak sehat. Persaingan yang tidak sehat adalah persaingan yang menggunakan cara dan trik licik untuk bisa menjatuhkan pesaing atau membuat pesaing mundur dari dunia industri. Persaingan yang tidak sehat ini sangat sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja ada sebuah usaha yang pemiliknya adalah anak dari pemilik gubernur.

Di sisi lain, ada usaha lainnya dengan barang yang sama, pemiliknya hanyalah orang biasa. Jika dalam persaingan yang tidak sehat, maka anak gubernur ini akan memanfaatkan koneksinya untuk menghancurkan pasar dari usaha yang lainnya. Dengan kata lain, dia tidak mau memiliki pesaing agar bisa menjadi nomor satu di mata pelanggan.

Dimana Terjadi Persaingan yang Tidak Sehat?

Tidak hanya perusahaan besar yang bisa melakukan persaingan yang tidak sehat. Pedagang kelas menengah kebawah juga bisa melakukan persaingan yang tidak sehat. Bagaimana caranya? Persaingan yang tidak sehat memiliki banyak cara.

Memenangkan-Persaingan-Karier-dan-Bisnis

Ada banyak kegiatan yang bisa dikategorikan dalam kegiatan persaingan yang tidak sehat. Kegiatan yang pertama adalah melakukan perjanjian yang dilarang. Oligopoli dan pembagian wilayah adalah beberapa kegiatan perjanjian yang dilarang dan masuk dalam kategori persaingan yang tidak sehat. Yang dimaksud dengan oligopoli adalah perjanjian yang mengatakan bahwa sesama pesaing industri akan melakukan penguasaan produk dan pemasaran pasar. Hal ini akan berakibat buruk, misalnya saja menjadi pemicu terjadinya praktek monopoli.

Sedangkan yang dimaksud dengan pembagian wilayah adalah sesama pesaing industri akan membagi wilayah target pasar. Padahal, target pasar adalah hak dari semua industri. Pembagian wilayah bukanlah hal yang layak dan etis dilakukan oleh sebuah perusahaan. Ada beberapa perjanjian lain yang dilarang untuk dilakukan dalam persaingan usaha tidak sehat, seperti pemboikotan dan penetapan harga produk yang serupa.

Selain perjanjian, ada beberapa kegiatan juga yang dilarang untuk dilakukan selain monopoli. Kegiatan tersebut adalah monopsoni, persekongkolan dan juga penguasaan pasar. Yang dimaksud dengan monopsoni adalah sebuah perusahaan tidak boleh atau dilarang untuk menerima pasokan barang dan jasa dalam sebuah pasar. Perusahaan juga tidak boleh menjadi pembeli tunggal dari salah satu pemasok di pasar.

real-estate

Jenis Persaingan Tidak Sehat: Persekongkolan

Yang dimaksud dengan persekongkolan adalah pelaku usaha yang satu dengan yang lainnya bebas untuk melakukan penentuan kesepakatan pemenang tender. Hal ini tidak diperbolehkan, karena sekali lagi persaingan usaha adalah hal yang terbuka dan boleh dilakukan oleh industri mana saja. Posisi dominan di dalam pasar juga tidak diperbolehkan dan masuk dalam kategori kegiatan persaingan tidak sehat.

Posisi dominan artinya sangat jauh berbeda dengan perusahaan yang menguasai pasar. Perusahaan yang menguasai pasar adalah perusahaan yang barangnya paling dibutuhkan di pasar dan perusahaan yang memiliki banyak konsumen untuk dilayani. Sedangkan posisi dominan adalah perusahaan yang ditakuti oleh industri lain sehingga mau tidak mau, kebijakan yang diatur oleh posisi dominan akan menjadi aturan yang berlaku untuk industri lain.

Tindakan perusahaan jika menjadi perusahaan posisi dominan tidaklah etis dari segi etika bisnis. Perusahaan tersebut akan membuat pasar tunggal. Konsumen juga akan berkurang ketertarikannya pada persaingan pasar tunggal. Tidak adanya pilihan lain membuat konsumen pada akhirnya akan lari kepada pasar lainnya. Pada akhirnya, hal ini hanya akan merugikan pihak dari perusahaan posisi dominan.

Itu dia beberapa hal yang bisa Anda ketahui seputar persaingan usaha. Kini Anda menjadi lebih mengerti lagi tentang apa itu kompetisi bisnis, siapa badan pemerintahan yang mengatur tentang kompetisi bisnis, apa itu persaingan sehat dan kompetisi bisnis yang tidak sehat serta kategori kegiatan apa saja yang masuk dalam kompetisi bisnis yang tidak sehat.

Industri bisnis bukanlah dunia yang suci tanpa dosa, namun tidak ada salahnya apabila industri yang kita pimpin menjadi salah satu industri yang tidak melakukan kegiatan diluar etika bisnis. Anda bisa memimpin usaha menjadi usaha yang mandiri dan mampu bersaing secara sehat di pasar industri.